Nasi Padang dan Kuis Antena

Seseorang tidak akan disebut beriman, sebelum Allah benar-benar memberinya cobaan.

Tapi ini bukan masalah keimanan. Atau setidaknya, engga terlalu menyangkut tentang itu, hihihi :D Saya menyebutnya sebagai : respons dalam menghadapi cobaan nafsu makan -___-

Semua (anak subjur telkom ‘04 dan yang ngulang) pasti tahu, bahwa pagi ini, jam 10, diadakan tes I mata kuliah Antena dan Propagasi Gelombang. Apalagi, ini pengalaman tes pertama antena, mata kuliah yang sudah melegenda itu. Dari kemaren-kemaren juga sudah kepikiran untuk belajar, tapi ya cuma kepikiran doang :) Pelaksanaannya baru mulai kemarin pagi-menjelang-siang. Fotokopi bahan sana-sini. Hohohoho.

Kemudian, “cobaan” itu datang. Saat hendak makan siang, saya ketemu dengan mantan anak sekos yang sekarang tinggal di asrama Salman. Diajak makan bareng lah saya (sayang ga ditraktir :p). Kami ke warung nasi padang di Gelap Nyawang. Dasar “gelap nyawang“, saya makan sambal hijau kebanyakan. Pedes sih engga, tapi sore harinya perut saya mulai terasa sakit. Seperti ditusuk-tusuk. Seperti sedang dicuci bersih. Dan sepanjang malam saya perut saya tercuci bersih. Diiringi demam dan kepala pusing. Untung tadi pagi sudah baikan. Tapi sudah terlalu telat untuk belajar lagi -___- Dan ya gitu deh hasil ujiannya….

Kemudian timbul penyesalan : mengapa kemarin makan sambal terlalu banyak. mengapa saya tidak belajar dari dulu-dulu (hoi hoi, kalo belajar dari kemaren-kemaren namamu bukan Arif, tapi Marko Kanadi, hohoho).

Pesan moral : nasi padang dapat menentukan nasib kelulusan antena Anda. Camkan itu

Kemudian jadi kepikiran. Ini kan sebuah faktor X yang tidak disangka-sangka namun dapat terjadi. Namun, sebenarnya hal-hal seperti ini dapat diantisipasi, kan. Apa bedanya dengan bencana tsunami yang menerjang Aceh dan menghancurkan berkas-berkas Aceh yang super-penting, atau ‘musibah’ mati listrik beberapa waktu silam yang melanda ITB beberapa waktu silam yang merusakkan beberapa mesin penting di unity-unity ITB ? Kalau seandainya dokumen Aceh tersebut dibuat versi digitalnya, dan dibackup di tempat lain, semisal ditaruh di Jakarta, tentu masalah kehilangan dokumen penting tersebut tidak akan terlalu parah (saya ngambil ceritanya pak BR :p). Kalau semisal semua ruang server di unity ITB ada UPS (yang benar-benar layak disebut UPS) dengan kapasitas sesuai kebutuhan, tentu efek mati lampu tidak terlalu berat [ini cerita basi, tapi saya bingung nyari contoh yang lain :p]

Harusnya, semua musti punya antisipasi. Tidak terkecuali saat makan nasi padang. Ah..

Ketika Bumi Diguncang..

“gempa.. gempa.. keluar semua..!!”

Tadi malam, sekitar jam 12 an (kalo ga salah), saya tiba-tiba terbangun dari tidur. Ya gara-gara ada yang teriak seperti di atas itu… Sebenarnya gempanya kecil. Cuma kerasa goyang-goyang dikit. Tapi saya panik juga. Masalahnya kamar kos saya ada di lantai 2, sementara kos saya tiga tingkat. Kalo tiba-tiba gempanya gede, terus lantai 3 runtuh, kan bisa mati dalam keadaan bujangan, saya :) . Waktu terbangun dan nyadar ada gempa, saya langsung kepikiran untuk kabur sambil nyelametin lappie saya :p Tapi kok rasanya terlalu ekstrim, sementara gempanya cuma kecil. Ga enak aja diliat ama anak kos yang baru :D Akhirnya, sambil setengah ngantuk, saya dan anak-anak kos yang lain nunggu di luar kamar masing-masing. Sudah disuruh keluar rumah, tapi males banget. Untung aja gempanya ga berlanjut fatal…

Ini berarti kedua kalinya saya merasakan gempa. Yang pertama dulu pas SMA kelas satu, kalo ga salah. Gempa terjadi ketika sedang khutbah sholat Jumat. Dan saat itu, yang sedang saya lakukan juga sama : tidur :”> [Salah satu kebiasaan buruk saya waktu kelas satu SMA ya itu, tidur pas khutbah. Baru mulai kelas dua akhir saya ga pernah jarang banget tidur lagi] Waktu itu, guncangannya lebih keras dari yang tadi malem. Cuman, terjadinya bentar aja. Dan untung ga terjadi apa-apa.

Baca-baca di detik.com, gempa ini ternyata berpusat di Indramayu dengan kekuatan 7 SR. Tak hanya sampai di Bandung, bahkan orang Pacitan dan Tulungagung juga bisa merasakannya. Berarti lumayan kuat juga ya gempanya, lintas propinsi :p Yang harus disyukuri, gempa ini tidak menyebabkan kerusakan yang berarti, seperti gempa yang terjadi di Yogya beberapa waktu silam.

Tapi saya ngeri kalo membayangkan ada gempa di Bandung. Apalagi di daerah kos saya, daerah di bawah Bonbin Bandung. Kalau anda belum tahu, itu adalah daerah pemukiman yang sangat padat. Selain penduduknya sendiri yang banyak, rata-rata penduduknya juga menyewakan kamar untuk mahasiswa. Makin penuh saja daerah situ. Jalan-jalannya (lebih tepatnya gang :p) sangat sempit. Sementara rumah-rumahnya berjejalan, dan rata-rata bertingkat dua. Kalo digoyang gempa yang agak kuat sedikit saja, dan satu bangunan runtuh, bisa terjadi efek domino bagi bangunan-bangunan di sekitarnya. Dan kalau itu terjadi di tengah malam, saat semua terlelap, berapa banyak orang yang akan jadi korban :(

Tentu saja, hal tersebut sudah berkait pada kebijakan pembangunan kota Bandung. Seharusnya, dari dulu pemkot Bandung harus mengatur daerah-daerah pemukiman warganya agar tidak terlalu sesak. Kemudian, pemberian ijin mendirikan bangunan bertingkat juga harus diperketat. Struktur bangunannya harus bener-bener dicek. Hal ini bukan hanya untuk mengantisipasi terjadinya gempa, tapi juga termasuk ancaman kebakaran. Misalnya saja terjadi kebakaran, saya yakin satu kawasan tersebut akan cepat habis dimakan api. Mobil pemadam kebakaran pun bakal kesulitan masuk, karena jalanannya yang sangat sempit. Meskipun sebenarnya ada sumber air dari sungai di dekatnya.

Yah, moga-moga ke depan tidak terjadi bencana apa-apa di Bandung..

NB : pensiun postingnya ditunda dulu :D

hmm..

Berhubung KP sudah selesai, sepertinya blog ini akan ’selesai’ juga, hihihi :)

Harry Potter and The Order of The Phoenix [game PC]

[Cerita minggu kemaren]

Dalam rangka memperingati bangkitnya kembali demam Harry Potter di dunia, maka saya tergerak untuk mendonlot game resminya Harry Potter and The Order of The Phoenix bikinan Electronics Art. Link donlotnya sendiri saya dapatkan dari situs avaxHome.org

Karena installernya berupa ISO DVD, maka orde ukurannya mencapai GB. Tepatnya 3,63 GB. Setahu saya hampir ga mungkin ada direct download dengan ukuran segede itu. Kecuali pake torrent, mungkin. Nah, sama uploadernya, nih ISO displit jadi 78 bagian @ 50 MB. Seperti biasa, file-file tersebut diaplot di situs hosting file semacam rapidshare.com . Walah, padahal saya ga ada user :( Tahu sendirilah sengsaranya RS kalo ga ada account. Untunglah, si uploader berbaik hati dengan membuatkan mirror di beberapa situs sekaligus, seperti megaupload.com, spbland.ru, depositfiles.com, uploading.com, dan filefactory.com. Sebenarnya saya juga ga ada user sih di situs-situs tersebut. Tapi mereka punya aturan lebih lunak dalam hal kuota donlot. Misalnya spbland.ru, mereka membolehkan kita mendonlot berapapun dalam sehari (kalo ga salah). Cuman, tentu saja hanya boleh ada satu sesi download pada waktu bersamaan. Yang saya pake sendiri hanya dua, filefactory.com dan spbland.ru . Filefactory sebenarnya lebih menyenangkan, karena lebih kenceng. Tapi ada kuotanya. Jadi ga bisa dipake terus.

Jadilah selama satu minggu saya donlot terus. Dari senin sampai jumat :) di sela-sela kesibukan menyiapkan format laporan KP (ciee..), serta kesibukan browsing & chatting :D Yang bikin lama bukan karena koneksinya yang lemot, tapi banyaknya jumlah file yang harus diambil.

Tapi Tuhan selalu memberikan ujian. Ketika saya ekstrak 78 file tersebut, ternyata error :( Ada tiga file yang musti didonlot ulang. Setelah donlot ulang, ternyata masih error! sekarang karena CRC nya yang ga cocok. Sial.

Namun untunglah, Tuhan juga selalu memberikan petunjuk :D di pesan errornya, disebutkan bahwa terdapat 38 file yang CRC nya ga cocok. Dan semuanya adalah 38 file urutan terakhir. Dugaan saya, berarti ada yang ga beres pada file urutan ke 40 nya. Akhirnya saya donlot ulang file tersebut. Dan alhamdulillah, berhasil :D

Setelah mengatur-atur cracknya (ya iyalah, ga mungkin game asli ;p), akhirnya bisa juga dimainkan. Sayangnya, VGA saya kurang ngganteng (maklum, onboard sih), jadi kualitas grafiknya tidak terlihat optimal. Tapi gapapa lah, yang penting jalan :D Kalo penasaran, berikut skrinsyutnya. Saya ambil dari situsnya, karena tampilan gamenya di kompie saya jelek, kotak-kotak :p

hdr_aboutpage.jpg

Rasanya puas sekali menikmati hasil keringat sendiri :D Apalagi, ini adalah pertama kalinya saya donlot diatas 500 MB. Sebenarnya bisa aja sih beli di penjual game bajakan deket Salman. Tapi kan tingkat kepuasannya beda.

Terima kasih Telkom, atas bandwidthnya :D

NB : kalo berminat, bisa japri saya. entar saya attach ke e-mail. wakakaka :D

Bajaj Bajuri vs Si Doel

[tentang iklan televisi lagi -red]

Keduanya sama-sama pernah menjadi ikon betawi di televisi. Dan kini, keduanya sama-sama menjadi bintang iklan kampanye pilkada Jakarta. Namun, keduanya membela kubu yang berbeda : bajaj bajuri di pihak Adang, sementara si Doel di pihak Fauzi Bowo.

Yang bikin saya tertarik adalah cara menyentil kubu saingan mereka. Di akhir iklan si Doel, terdengar celotehan mirip suara Mandra yang kurang lebih mengatakan bahwa milih pemimpin Jakarta ya harus orang betawi asli, yang lain mana ngerti urusan Betawi (Adang lahir di Bogor). Sementara, iklan Bajaj Bajuri menyindir tentang ‘politik uang’ : “dapet 50 ribu, tapi sengsara terus”.

Lalu, yang mana yang menang? Meneketehe saya :D Tapi, secara pribadi, saya lebih suka dengan iklan Bajaj Bajuri. Mungkin karena dulu saya lebih senang nonton bajaj bajuri, kali ya :) Namun ada tiga hal yang membuat saya tidak suka dengan iklannya Si Doel :

  1. Di situ disebutkan bahwa Fauzi Bowo ‘ibadahnya kuat’, ato semacamnya lah. Saya paling males denger kata-kata seperti ini. Kalo memang ibadahnya kuat, dia ga bakal pamer-pamer, dan pasti dia tidak akan menyetujui ‘frasa promosi’ semacam ini dikeluarkan oleh tim suksesnya di televisi. Bisa jadi saya berburuk sangka, tapi saya selalu menganggap orang yang seperti itu justru orang yang tidak niat saat beribadah!
  2. Ucapan mirip suara Mandra di akhir iklan. Okelah, putra daerah memang penting. Tapi, menjadi pemimpin yang baik tidak ditentukan di mana tempat lahirnya, kan? Bagi saya, mengusung isu ‘putra daerah’ adalah suatu strategi kampanye yang ketinggalan jaman. Apalagi ini untuk kampanye Gubernur Jakarta, yang notabene penduduknya sangat plural.
  3. Ini sangat subyektif : saya benci Gol**r :)

Saya perlu tegaskan bahwa saya bukan pendukung Adang-Dhani. Kalo mau melihat sedikit ke belakang, dan kalau anda belum pernah tau :) , Adang sebenarnya juga pernah tersandung masalah. Di tahun 2005, dia pernah masuk ke dalam 15 besar perwira polisi yang punya rekening tabungan mencurigakan (versi PPATK). Lalu, ia juga diisukan mendapatkan posisi cagub PKS setelah menyetor uang dalam orde M yang besar. Masih isu sih.

Dan saya bukan pendukung salah satu dari kedua calon tersebut (iya lah, orang saya juga bukan orang Jakarta :p). Saya cuman males aja melihat strategi kampanye di Indonesia yang saya pikir masih ndeso dan katrok. Tim sukses mereka selalu mengandalkan figur dari calon mereka. Menggembar-gemborkan kepribadian yang dilebih-lebihkan. Jarang sekali yang menyusun program unggulan yang tersusun rapi, cermat, cerdas, dan detail sebagai bahan jualan kampanye mereka. Program yang biasanya ditawarkan seperti asal-asalan dan sangat standar. Dan di pilkada Jakarta yang sekarang, kok sama saja. “bosen banjir? bosen macet?” Ya iya lah.

Penutup :

Harapan saya sih, siapa pun yang terpilih, benar-benar bisa membuat Jakarta menjadi lebih baik [pernyataan standar]. Jangan sampai rusuh, kayak kota saya dulu pas selesai Pilkada(sebenarnya ga terlalu rusuh sih. ‘Cuma’ KPUD ama rumah bupati aja yang dibakar. Itu pun karena memang bener-bener banyak kecurangan yang dilakukan). Sehingga kalo nantinya saya terpaksa kerja di sini, kondisinya sudah cukup nyaman untuk ditinggali :)

Perang Iklan

Kalau kita perhatikan, iklan-iklan operator seluler yang sering berseliweran di televisi akhir-akhir ini punya tema yang sama : menyindir program promosi operator yang lain!  :)

Pertama iklan Esia. Iklan itu memperlihatkan Ringgo yang lagi kebingungan memilih produk operator mana. Di situ disebutkan promosi dari beberapa operator (disamarkan tentunya), namun ternyata sebenarnya menyesatkan. Contohnya suatu operator yang memberikan promosi ini-itu yang serba 3x, tapi syarat tetek-bengeknya panjang banget (jelas banget ini nyindir Three :) ). Nah, kemudian muncullah Esia sebagai ‘penyelamat’ dengan tarif per menitnya yang murah.

Lalu Telkom Flexi. Iklannya yang paling baru menyindir tentang program 1 detikan; alih-alih pengen ngirit, pengguna malah keluar duit lebih banyak. Iklannya yang udah agak lamaan menyindir tentang promosi tarif murah per jam. Pengennya murah, tapi ngobrolnya ga nyampe sejam. Sama aja kena mahal. Yang cukup menarik bagi saya adalah kata-kata “faktanya, orang bicara rata-rata cuma butuh tiga menit”. Dan Telkom Flexi menawarkan tarif Rp 49/menit untuk sesama Flexi.

Tapi, iklan yang paling nampol buat saya ya iklannya XL yang tentang sopir angkot. Gara-gara kejar ’setoran’ ngirim 67 sms biar dapet sms gratis, si sopir sampai telat berangkat narik. Padahal angkotnya sudah penuh penumpang. Semua juga pasti tahulah ini menyindir Kartu As yang saat itu gencar-gencarnya promosi 100 sms gratis.

Apapun konsep iklan yang digunakan, saya pikir pada akhirnya masyarakatlah yang akan diuntungkan. Para operator akan saling berjibaku dengan melakukan perang tarif dan layanan-layanan yang inovatif. Kita tinggal pilih-pilih saja mana yang paling menguntungkan. Operator penguasa pasar semacam Telkomsel tentunya juga harus waspada, karena ia tidak bisa lagi hanya mengandalkan jaringannya yang luas. Okelah, punya jaringan di seluruh pelosok Indonesia memang bagus. Tapi berapa orang sih yang butuh nelpon ke Lembah Baliem? Apalagi operator yang lain juga semakin luas jaringannya.

Selain perang tarif, operator di Indonesia saat juga sedang terkena tren baru : layanan data broadband. Yang GSM misalnya melalui teknologi HSDPA, yang CDMA melalui teknologi CDMA 2000 EV-DO nya. Sayangnya, (menurut saya) tarifnya masih tergolong mahal. Mungkin karena masih tergolong baru, ya. Moga-moga aja cepet turun :)

Dan dalam waktu tak lama lagi, persaingan akan semakin ketat. Selain operator-operator yang sudah ada, akan muncul operator baru semacam Sinarmas dan Sampoerna. Dan kalau saya gak salah ingat/dengar/lihat, NTT DoCoMo juga mau masuk ke Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang naudzubillah serta tingkat penetrasi telekomunikasi yang masih rendah, membuat Indonesia menjadi pasar yang sangat menggiurkan untuk dimasuki.

Yah, harapan saya sih, sebanyak apapun operator yang bermain nantinya, operator lokal-lah yang keluar sebagai pemenang.

4 minggu di Jakarta

Setelah berada di jakarta selama 4 minggu untuk KP, gaya hidup saya sedikit banyak ikut berubah :

  1. Saya jadi rajin mandi sore. Semasa di Bandung, keknya hampir ga pernah itu namanya mandi sore. Apalagi kalo di kampus. Secara (hahaha.. ikut-ikutan orang :D ) Bandung udah dingin, tiap hari saya terpapar AC terus pula. Jadi ga pernah keringetan. Plus ditambah sayanya yang emang males mandi sore-sore :) Tapi, di Jakarta jangan sampe ga mandi sore. Apalagi kalau kita pulang-pergi naik kendaraan umum macam kopaja. Pasti badan lengket-lengket lah rasanya, kena keringat, debu, ama polusi udara Jakarta.
  2. Saya jadi rajin buka friendster. Tiga tahun kuliah di Bandung, saya jarang banget buka friendster. Makanya, teman saya ga nyampe 80 orang (padahal alasan sebenarnya karena emang uper :D ). Tapi selama KP, saya jadi sering buka account saya, ngedit-ngedit ga jelas profile sendiri, liat-liat profile (ama foto :D ) orang… Dan ternyata friendster itu menyenangkan, hahaha.. :D
  3. Saya jadi rajin posting blog. Yang semula sebulan sekali, sekarang jadi beberapa hari sekali. Entah karena banyak inspirasi atau sayanya yang nyampah pas KP :D Yaa.. kalau untuk ukuran blogger belum termasuk kategori produktif lah. Tapi buat saya, ini sudah merupakan suatu prestasi, bisa mempertahankan blog saya sampai 4 minggu :D Tapi sebenarnya ni blog anget-anget tai ayam aja sih. Kemaren-kemaren semangat banget, sekarang udah agak-agak males posting, hehehe.. :)
  4. Saya jadi rajin nonton TV. Abis shubuhan, langsung nonton siaran berita di SCTV. Malemnya, nonton mamamia kalo ga sinetron (hahaha.. :D ), trus empat mata, baru tidur. Padahal dulu di Bandung, saya nonton TV cuman pas siaran liga inggris doang, ama Sport 7.
  5. Saya jadi sering berolahraga. Sebenarnya ini bukan sengaja berolahraga, tapi lebih ke arah terpaksa :D Kalau anda sering (dan hampir pasti) berdiri saat naik Kopaja, pasti Anda sependapat. Dengan meletakkan tangan anda di tiang pegangan kopaja, otot lengan Anda akan menjadi terlatih. Kemudian, ketika sopir mengerem mendadak, cobalah menahan badan anda untuk tidak bergerak, dan jadikan kedua tangan Anda sebagai tumpuan. Niscaya otot perut kita akan terlatih. Lakukan secara berulang-ulang untuk mendapat hasil maksimal :D

Hidup memang terus berubah   -___-

Pulang ke Bandung

Akhirnya pulang ke bandung juga…
sebenarnya, mingggu sebelumnya (30/6/07) saya udah berniat pulang. Tapi, saya sekali lagi melakukan kesalahan yang sama : telat pesen tiket ! Sebenarnya udah dapet tiket sih. Sodaraku udah mesenin tiket xtrans buat hari sabtu. Berangkatnya siang sih, jam 11. Tapi turunnya di Kopo! Bah, mending tunda aja :)

Saya belajar dari kebodohan. Minggu berikutnya, hari selasa saya langsung pesen tiket buat jumat malem. Mesennya via ym aja (kalo belum tau, add aja orang ini : octrina99 ama arcahyudi). Ternyata, baru hari selasa pun tiketnya udah nyaris kebooking semua. Saya nyari yang 7 malem, udah habis. Jam 7.30 malem habis juga, hingga akhirnya dapet yang jam 8.30 :p Yah, gpp lah. Yang penting nyampe bandung hari jumat.

‘Rekan-rekan’ seperjalanan saya kebanyakan orang kantoran. Banyak juga sih ce’ nya. Lumayan, banyak yang cakep :) Tapi serem juga. Kebanyakan cewe-cewe itu mulutnya pada ngemut rokok. hahaha :D Itu adalah salah satu tipe ce’ yang tidak saya sukai, selain :
1. ce’ yang manja
2. ce’ yang cerewet
3. ce’ yang lebih tinggi dari saya -_-

Singkat cerita, mobil kami berangkat pukul 9 kurang. Berhubung jumat malem, kami terkena macet saat mau keluar dari jakarta. Biasalah.. orang jakarta kan kalo weekend sukanya maen ke Bandung dan bikin macet jalanan bandung -_- Akhirnya nyampe juga di Bandung jam 12 malem…

Nyampe kos, mata masih belum pengen tidur. Akhirnya saya putuskan nonton Proposal Daisakusen barang 1 episode aja buat pengantar tidur. Tapi, gara-gara endingnya yang bikin penasaran, saya akhirnya nonton secara maraton, dari jam 12 malem sampe jam 7 pagi. hahaha :D Setelah sarapan + mandi, saya tidur pulas sampe jam 12 siang :)

Yah, begitulah. Sabtu-minggu di Bandung benar-benar berharga. Suasananya yang tenang (kampus lagi libur soalnya :) ), sejuk, bikin saya malesbanget.com (minjem istilahnya mas affan) saat harus balik lagi ke jakarta. Terus terang, kondisi jakarta yang sangat panas (sebagaimana yang dikeluhkan timnas korsel :D ), jalanannya yang sering macet, makanannya yang mahal, udaranya yang penuh polusi, bikin saya agak males balik lagi.

Tapi saya yakin, Jakarta ga sebusuk itu kok. Kalo kita mau perhatikan, kita bisa mendapatkan banyak ‘kisah keteladanan’ dari penduduknya. Bagaimana mereka bisa begitu ‘tabah’ menghadapi banjir tiap tahun… Bagaimana mereka berjuang keras menghidupi diri dan keluarga di tengah kejamnya jakarta… dan cerita-cerita mengharukan lainnya.

Yah, begitulah….

Nilai B terus = kutukan ?

Tadi, pas iseng-iseng browsing ga jelas, saya menemukan blog punya seorang anak IF. Ada satu postingannya (sebenarnya sudah agak lama sih, bulan juni kemaren) yang menarik, menggelitik, dan menampar rasa malu saya. Berikut saya copy-paste kan :

…..
Meski tidak percaya akan adanya kutukan, tapi saya merasa saya dapet kutukan… Kutukannya sangat mengerikan, pokoknya membuat orang yang mendapat kutukan ini kena kutukan! Gile gak tuh…

Nama kutukannya adalah kutukan XX9X. Kutukan apakah ini? Kalo anak IF sih harusnya dah tau jenis kutukan apa itu, tapi biar rame, saya ceritain deh…

Sejak tingkat 2, mahasiswa IF dikenalkan dengan matakuliah XX9X yang berasal dari laboratorium Sistem Tersebar… Kenapa saya sebut kutukan? Karena sejak tingkat 2 sampe sekarang udah ampir lulus (cieee ampir lulus, KP aja belum..), semua nilai matakuliah IFXX9X saya selalu B!!!

Apa ajakah matakuliah IFXX9X itu? IF2191 (Orkom Marikom I), IF2291 (Orkom Marikom II), IF3191 (OS), IF3291 (Jarkom Marikom), en IF3292 (Progin Marogin), semua B! Gila gak sih… Ini keajaiban alam… Aku mempercayainya… Andai tidak ada matakuliah XX9X, saya gak bakal dapet 3 + 3 + 4 + 4 + 2 SKS = 16 SKS B (mungkin jadi C :-P)

Udah sih, intinya cuma mau ngasitau aja, matakuliah XX9X itu menyebalkan. Jadi, jelas di tingkat 4 gak pake ngambil matakuliah yang ada angka 9-nya didigit ke 5 (YYXX9X)… Huhh, dasar Sister (loh, kok jadi jelek2in Lab?? :-P)
…..

wow
wow!
WOW!!!

Kalau ada suatu lab yang kuliahnya banyak ngasih nilai aja B disebut kutukan, terus LTRGM diberi nama apa dong ?? :D apalagi untuk kuliah-kuliah semacam medan EM, elkom, antena..

Ternyata, standar nilai mereka sangat tinggi yah. Nilai B pun sepertinya sudah dianggap aib :) . Sementara, saya sendiri yang mendapatkan nilai C untuk mata kuliah Elektronika Komunikasi dan Gelombang Mikro sudah kegirangan setengah mati. Bersyukur banget tuh bisa lulus, sementara teman saya yang laen banyak yang dapet E dan D. Padahal, saat UAS saya cuma bisa mengerjakan no 1a dari 4 soal-a-b-c-an-semua yang ada, soal yang lain mah jawabannya nyampah doang. hahaha.. :D Mungkin inilah nilai C paling membahagiakan dari semua nilai C yang pernah saya dapatkan :)

Hmm.. kalo mahasiswa jurusan lain sudah menganggap nilai B kurang bagus, mahasiswa universitas lain mayoritas memiliki IP yang ‘menyeramkan’, sementara saya masih kegirangan saat dapat nilai C.. serem ini !!

Berandai-andai

Seandainya Anda punya uang Rp 50 ribu, option mana yang akan Anda pilih ?

  1. Beli tiket pertandingan Indonesia di Piala Asia Rp 35 ribu, duduk di belakang gawang
  2. Nonton pelem terbaru di Blitz Megaplex seharga Rp 30 ribu
  3. Beli burger king Rp 35 ribu, seperti yang dilakukan Reza

Saya akan memilih option 4 : pulang ke Bandung naik Xtrans, hahahaha.. :D

Maaf kalo tidak penting -_-

« Previous entries · Next entries »