Kalau teringat cerita ini, saya jadi tersenyum sendiri.
Tahun 2007, saya mendapat kesempatan ke Makassar bersama rombongan dari ITB. Waktu itu kami menginap di Hotel Clarion. Malam hari pertama kami tiba, saya dan bung Oki pergi ke luar mencari makan. Saat keluar dari Hotel, saya memandang deretan gedung kantor Telkom di seberang jalan AP Pettarani. Sambil berjalan, sambil melihat salah satu kantor tersebut, saya melamun : ‘ih, gimana rasanya ya kerja di luar Jawa macam begitu?‘.
Suatu hal yang terwujud dua tahun kemudian.
Di kota yang sama.
Di perusahaan yang sama.
Dan kantor yang saya lihat dulu adalah kantor pusat saya untuk wilayah KTI.
Saya sendiri tidak percaya kalau andai-andai saya dulu yang membuat Allah SWT memberikan saya jalan seperti ini. Saya lebih percaya bahwa memang hidup saya sudah digariskan untuk singgah di Makassar beberapa waktu, untuk tujuan tertentu. Seandainya memang sekilas keinginan tersebut bisa begitu kuat pengaruhnya, seharusnya saat ini saya berada di MIT untuk lanjut kuliah (sering mengkhayalkannya, haha
), bukan kerja di Makassar.
5 Comments
4 May 2009 at 7:35 pm
wow kk wow
4 May 2009 at 10:27 pm
Selamat ya kerja di Telkom Makassar, sayang Telkom gak menang tender INHERENT lagi, jadi kamu nggak akan sering ketemu pak Tahir di Unhas
7 May 2009 at 8:04 am
ayo rif, sekolah lagi lah keluar, US, kanada, atau swedia…
12 May 2009 at 12:06 pm
Saya berkali-kali beli bensin di SPBU milik pertamina tapi kok belum ketrima di pertamina ya?? Hehehe…
6 July 2009 at 10:27 pm
Ya pak Affan, tapi Unhas masih pelanggan Astinet dan banyak kontak dengan Telkom…Semoga bisa ketemu pak Arif.
Wass.
Tahir