Pernak-Pernik Mudik

Seperti halnya polemik-kapan-Idul-Fitri yang selalu muncul berulang-ulang tiap tahun, saya juga selalu menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang sama setiap kali mudik lebaran*

  1. “sekarang kuliah di mana?” Kemudian saya jelaskan dengan penuh kesabaran bahwa saat ini saya sedang kuliah di ITB, jurusan teknik elektro, semester 7.  Kalau yang bertanya kebetulan tinggal di Surabaya, pertanyaan akan dilanjutkan dengan, “kenapa tidak kuliah di ITS saja?”. Kalau sudah begini, saya cuma nyengir saja. Paling banter jawab sekenanya (’enakan bandung. dingin -__-’ … Sebenarnya saya dulu juga waktu SMA kelas 3 hampir milih ITS. Tapi ada alasan pribadi yang membuat saya menjauhi Surabaya). Kalau tidak, biasanya pertanyaannya agak serius : “teknik elektro? bukannya di Indonesia sudah kebanyakan sarjana elektro?”. Wah. Susah dijawab ini. Kembali, saya bakal nyengir doang.
  2. “Sudah punya pacar belum di Bandung? kan banyak ce’ cakep di sana…”  Pertanyaan ini biasanya dilontarkan sebagai pertanyaan basa-basi lanjutan pertanyaan di atas. Keramahan khas orang Jawa. Dan saya juga 99,99% akan menjawab “belum”. Selain karena memang belum (pernah) punya, pun saya tidak berniat pacaran (ciee.. cem aktivis sayap kanan aja :p)
  3. “Nanti lulus kerja di mana? PLN?” Entah kenapa, pandangan masyarakat tentang teknik elektro selalu berkutat tentang transmisi listrik. Sebenarnya, saya pengen menjelaskan bahwa bidang teknik elektro itu luas sekali. Mulai dari sistem komunikasi satelit di luar angkasa, sampai dengan teknologi nano pada mikroprosesor. Tapi pasti terdengar ribet, dan mengundang pertanyaan-pertanyaan lain. Dan karena 99,03% ini adalah pertanyaan basa-basi, saya jawab singkat saja : tidak. Habis perkara.

Tapi terkadang, saya juga mendapat pertanyaan lucu. Ketika tahu bahwa sebelum mudik saya harus mengerjakan kuis salah satu mata kuliah dahulu, ibu saya bertanya  : “kamu duduk sebelahan dengan siapa ?” Rupanya, dalam pemahaman ibu saya, kuis tersebut seperti halnya kuis di televisi. Jadi, peserta dibagi dalam kelompok-kelompok, kemudian diberi pertanyaan rebutan. Oalah… :D

Tapi, hal yang paling mengagetkan saya pada kesempatan mudik kali ini adalah ketika saya disapa teman SD saya (ce’). Awalnya, saya sempat lupa ini siapa (duh, parah banget) . Setelah memeras seluruh sel abu-abu saya, akhirnya saya ingat. “Rif, nih aku dah punya dua anak.” Bujubuneng!  Rupanya, bayi yang digendong, plus anak umur 3 tahunan yang digandengnya itu ternyata anaknya**. Saya mikir juga. Saya yang bujangan lapuk, atau dia yang nikah cepet ? yah begitulah. Cepat sekali waktu berjalan…

Omong-omong, menyambung kalimat pertama pada postingan ini, insya Allah saya akan ikut keputusan pemerintah. Dan ini berarti kemungkinan besar saya akan berlebaran pada hari yang berbeda dengan keluarga saya :p

-salam dari Tuban-

Keterangan :

* sebenarnya tiap kali saya pulang kampung sih :p

** sebenarnya, saya juga sudah curiga. tapi orang shaum kan dilarang curiga -___-

10 Comments

  1. danasatriya said,

    9 October 2007 at 7:50 am

    pertanyaan pertanyaan standar yang wajib ya
    sama saja,saya disinih juga ketemu temen *sengkatan dan sekelas* yang sudah dilamar..
    bukan bujang lapuk, ngurusin antena aja belum becus,gimana mo ngurus anak istri? dikasi makan antena yagi?

    btw,salam kenal ya,nice blog :)

  2. Fajar said,

    9 October 2007 at 8:14 am

    pertanyaan yang sama yang sering dilontarkan ke saya tiap tahunnya
    moga2 tahun ini gak ada yang tanya
    -_-

  3. ridwan said,

    9 October 2007 at 11:01 am

    gak pernah ditanyai kayak gitu, baik di ciamis(kampung ibu) apalagi di jakarta.

    ” (ciee.. cem aktivis sayap kanan aja :p) ”

    waduh, cem setengah nge-flame nih. hahahaha :D

  4. msaiful said,

    11 October 2007 at 2:41 pm

    bujangan lapuk…

    metleb aja ga becus…
    wakakakakakak

  5. ridwan said,

    11 October 2007 at 5:47 pm

    baru inget n ngeh. kalo selama di jkt ini ditanyai tetangga udah tiga kali; gimana pacarnya di bandung? dijawab:ga perlu malu ah belom punya pacar.

    wah pada belom tau kalo aku aktivis sayap kanan macem rosicky atau beckham. hahahahaha….

  6. arif said,

    23 October 2007 at 12:12 pm

    @ danasatriya
    yup. kita bisnis antena yagi untuk menghidupi keluarga. setuju anda? :p

    salam kenal juga, oom. blog situ lebih keren. ajarin dong biar bisa kesetrum cinta. hihihihi

    @ fajar
    selama kita masih punya famili-jauh-yang-tidak-akrab-dan-selalu-mudik-saat-lebaran, sepertinya pertanyaan itu akan berulang-ulang tiap tahun -___-

    @ ridwan
    ah, ga penting pacar itu… yang penting hasil akhirnya : istri CSS (cakep, seksi, sholehah) -___-

    @ msaiful
    metlep? piece of cake lah… sini tak kasih contoh scriptnya :

    a = 3; % definisikan nilai a
    a % tampilkan nilai a

    huehuehue…
    ga lucu yah? :|

  7. benbego said,

    29 October 2007 at 8:28 pm

    salam kenal!

  8. reditya said,

    30 October 2007 at 11:55 pm

    aku ora entuk pertanyaan kuwi taun iki maw..
    sesek pek…

  9. I Made Anantha said,

    6 November 2007 at 8:44 pm

    Ojo jomblo ae maw…

    dadi homok lho

  10. arif said,

    30 November 2007 at 8:21 am

    @nanta

    orang bilang, cinta itu tidak mengenal suku, agama, ras, dan jenis kelamin, pak :D

Post a Comment