Kekuatan Pikiran ?
Kalau teringat cerita ini, saya jadi tersenyum sendiri.
Salah satu kegunaan penting dari Facebook bagi saya adalah untuk mengetahui data pribadi seseorang : kalau dia ce’ cakep, apakah dia sudah ‘in relationship‘ (dan hal lain yang lebih buruk), atau masih single (meskipun sebenarnya juga tidak ‘ngaruh buat saya
). Yang lebih penting dari itu, saya bisa mengetahui kegiatan terakhirnya (lanjut kuliahkah? kerjakah?). Ini krusial (*alah) karena sekarang saya tinggal di ‘Indonesia bagian agak ke dalam’, sehingga agak sulit bagi saya untuk mengikuti perkembangan terkini teman-teman saya dengan baik.
Saya sendiri mencantumkan data-data saya lumayan lengkap : tanggal lahir, {musik, film, buku, kutipan} favorit, serta tempat saya bekerja sekarang. Maksudnya sih agar orang yang meng-add saya langsung tahu saya orangnya seperti apa. Tapi herannya, sehabis menambah teman baru, seringkali pertanyaan pertama yang muncul ke saya adalah : sekarang di mana + kerja apa?
Entah ya, mungkin hal yang dicari dari Facebook berbeda-beda bagi tiap orang.
PLN
Tanggal 31 desember 2008, rumah saya mengalami gangguan listrik. Sudah jam 17.10 lewat saat Bapak saya menelpon PLN untuk meminta petugasnya datang memperbaiki. Saat itu, operator PLN menjanjikan malam itu juga petugas akan datang. Tapi saya pribadi pesimis. Saat itu sudah hampir masuk maghrib. Malam tahun baru pula. Paling petugasnya sudah pada pulang, pikir saya. Dan karena besoknya (1 januari 2008) adalah hari libur, paling cepat ya tanggal 2 baru datang. Karena tanggal 2 adalah hari jumat (yang berarti hari kejepit), yang paling realistis adalah mengharapkan kedatangan petugas pada hari senin (tanggal 5). Terlebih lagi bila teringat banyaknya keluhan pelanggan PLN di media massa.
Tapi ternyata saya salah. Malam harinya, sekitar jam 19.00, saat knalpot motor pemuda-pemuda brengsek mulai meraung-raung untuk meramaikan malam tahun baru, datang dua orang petugas PLN. Saat itu rumah saya benar-benar menyedihkan, karena hanya bercahayakan lilin. Tak seberapa lama diperbaiki, akhirnya listrik mengalir dengan lancar. Lampu rumah mulai menyala kembali.
Saya benar-benar tidak menyangka. Ternyata, PLN memperhatikan keluhan penggunanya, bahkan meski disampaikan setelah jam kerja berakhir (setidaknya dalam kasus saya :p). Saya kurang tahu apakah memang petugasnya disiagakan terus atau bagaimana. Yang pasti, saya agak merasa berdosa karena selama ini memiliki prasangka buruk tentang pelayanan PLN
x
Saya jadi teringat salah satu komentar pembaca di detiknews mengenai kasus Ryan : Biarkan kaum gay saling membunuh, agar jumlah mereka semakin berkurang.
Tentu saja dengan asumsi tidak ada lagi bayi yang dilahirkan dengan kelainan tersebut, serta tidak ada lagi orang yang menjadi gay karena gaya hidup.
Terlibat Pilkada Bandung?
Minggu kemarin (7/26/2008 2:54 PM) saya mendapat surel aneh :
From : IT-Dada Center T <it_dadacenter@yahoo.com>
To : admin@comlabs.itb.ac.idReceived: from [125.163.14.23] by web59810.mail.ac4.yahoo.com via HTTP;
Sat, 26 Jul 2008 00:54:58 PDTDengan Hormat,
Tersinyalir adanya rekayasa pengisian pooling yang dilakukan dari fasilitas jaringan ITB. Fasilitas ITB sebagai Lembaga Pendidikan sebaiknya tidak digunakan untuk mendukung atau dilakukan oleh pendukung salah satu kandidat walikota bandung. Walaupun salah satu kandidat adalah sivitas ITB. Untuk itu kami mohon kerjasamanya untuk tidak melanjutkan hal tersebut, kami akan melakukan upaya-upaya lain bila hal ini terindikasi berlanjut.
Terima Kasih, atas perhatiannya dan kerjasamanya.Tim IT – Dada Center
Agak kaget juga saya waktu membaca. Kok tiba-tiba Comlabs dilibatkan dalam pertarungan pilkada Bandung.
Pikiran pertama saya adalah : ini surel serius atau kerjaan orang iseng. Kalau kerjaan orang iseng, ya no comment lah saya. Tapi pribadi saya cenderung lebih ke arah serius, karena rasanya saya menemukan polling yang dimaksudkan (perhatikan selisih orang setuju dan tidak setuju yang cukup tipis). Tapi yang saya maksud dengan ’serius’ ini bukan berarti bahwa ini benar-benar dari Tim IT Dada. Masih ada kemungkinan surel ini dibuat oleh pihak lain yang ingin mendiskreditkan (alah bahasanya :p) Pak Dada.
Entahlah yang benar yang mana. Yang pasti, saya tetap menganggap surel tersebut serius, dan membalasnya untuk meminta klarifikasi. Karena, tentu saja Comlabs tidak ada urusannya dengan Pilkada Bandung. Kalaupun benar perekayasa tersebut menggunakan IP comlabs, itu sudah masalah pribadi. Sementara kita juga tidak bisa membatasi perilaku user yang browsing ke situs yang tidak dilarang kebijakan Internet kampus, toh?
Sampai tulisan ini ditayangkan (5/8/08), belum ada balasan lagi dari pihak TS.
The Dark Knight
Setelah menonton film The Dark Knight hari kamis kemarin, saya mengambil satu kesimpulan :
Percayalah, yang bisa menandingi kegilaan Joker hanyalah Ryan the Mutilator!
Reaksi Penangkapan BR
Penangkapan BR (Bulyan Royan, bukan Budi Raharjo :p) oleh KPK kemarin telah menjadi berita hangat di media massa. Hal tersebut memicu reaksi dari berbagai kalangan. Hidayat Nurwahid merasa kecewa, karena menurutnya anggota DPR tidak ‘mengambil hikmah’ dari kasus Al-Amin. Sementara itu, komisi V DPR akan menggelar sidang untuk menyikapi penangkapan mantan anggota mereka tersebut. Tapi yang paling menarik bagi saya adalah komentar dari seorang anggota DPR, sebagaimana ditulis di situs Detiknews hari ini :
“Saya kaget sekali. Itu namanya ga hati-hati. Sekarang kan ngga ada yang ngga terpantau” kata politisi asal Jatim ini.
What the F ?? Pikiran saya langsung membayangkan bahwa orang tersebut seolah-olah berkata : “Dasar Bulyan goblok. Hati-hati sedikit, kenapa. Masak ga tau kalo KPK alatnya di mana-mana. Mbok main kotornya agak cerdas dikit….”
Ah, moga-moga ini hanya pikiran buruk saya saja.
Termakan Asumsi
Asumsi yang salah akan menghancurkan anda.
Pada tahun 1876, Western Union adalah perusahaan yang memonopoli layanan telegraf di AS. Pada saat itu, telegraf merupakan teknologi telekomunikasi yang paling maju. Tak heran, Western Union menjadi salah satu perusahaan terkaya di AS saat itu. Suatu saat, Gardiner Greene Hubbard mendatangi pimpinan Western Union, William Orton, untuk menawarkan paten penemuan baru yang ia sponsori. Orton menganggap temuan itu sebagai lelucon dan menganggapnya sebagai ‘mainan elektronik’ saja. Apalagi, Hubbard meminta uang sebesar USD 100,000. Western Union menolak tawaran tersebut.
Akhirnya, penemu alat tersebut tetap memegang patennya, dan beberapa tahun kemudian mendirikan perusahaan telekomunikasi berdasarkan penemuannya tersebut. Perusahaan dalam sekejap berubah menjadi korporasi terbesar di AS, mengalahkan Western Union. Perusahaan tersebut saat ini dikenal sebagai AT&T. Orang tersebut adalah Alexander Graham Bell, dan alat temuannya tersebut adalah telepon. Seandainya Orton mau mempertimbangkan paten yang ditawarkan tersebut lebih seksama saja, tidak terlalu terpengaruh oleh pemikirannya sendiri, bisa jadi Western Union akan benar-benar menjadi penguasa telekomunikasi di AS
Dan kemarin saya juga dicelakakan oleh pembuatan asumsi yang keliru.
Pada hari sabtu, secara kebetulan saya berjumpa dengan Bapak Pimpinan di angkot. Di sela-sela obrolan, beliau berkata, “Rif, nanti hari senin jam 09.00 kita kumpul ya”. Dan saya pun menjawab, “Ya, pak”.
Sabtu sore, SMS dari beliau sampai di HP saya. Salah satu kebiasaan di tim kami adalah mengirimkan SMS ke semua anggota sebagai konfirmasi resmi apabila ada acara tertentu. Saya baca sekilas isi SMS tersebut “all kita meeting senin.. bla bla bla“. Oh, ini mah yang tadi dibicarakan di angkot, pikir saya. Jadi, saya tidak membaca keseluruhan SMS tersebut.
Hari senin, sesuai dengan ingatan pembicaraan di angkot, saya berangkat pukul 08.50. Sampai di tempat pukul 08.55. Agak bangga juga saya, karena jarang-jarang saya datang lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Tapi sebelumnya, saya mendapat SMS dan dua kali miskol dari teman di tim saya. Heran saya, belum waktunya mulai rapat kok dipanggil-panggil.
Setelah masuk ke ruangan, ternyata acara sudah dimulai. Saya jadi bingung. Saat itu masih 08.55. Ada kesalahan di mana saya? Kemudian, iseng-iseng saya cek lagi SMSnya. Saya baca dengan seksama : “all kita meeting senin 8.30 teng ya!“. Njis!! Ternyata saya sudah telat berbelas-belas menit! Ternyata asumsi saya mendasarkan pada percakapan informal di angkot keliru! Ternyata saya berbuat bodoh lagi…
Seperti salah satu judul lagu Queen : too much assumption will kill you!
Referensi :
http://www.neatorama.com/2008/04/15/the-stupidest-business-decisions-in-history/
Instalasi INET Framework untuk OMNeT++ di Windows XP
OMNeT++. Seperti halnya namanya yang ‘plus-plus’, instalasi framework INET untuk OMNeT++ murni di atas Windows (tanpa melalui Cygwin) juga cukup menguras energi yang ‘plus-plus’.
Awalnya, saya juga mengalami hal yang sama dengan yang dialami rekan Hendra Rakhmawan. Saya menemui kegagalan saat mencoba menginstall framework INET pertama kali. Tapi, berbeda dengan Hendra yang memutuskan untuk menggunakan Ubuntu, saya memilih tetap bertahan dengan Windows. Saya terlanjur jatuh cinta dengan Windows (njis, dibayar berapa saya sama mikocok..), dan terlanjur alergi dengan Linux. Apalagi kalau sampai harus menodai kesucian laptop saya dengan Linux sebagai salah satu OSnya. Maaf saja. (kalau cuma sebagai guest di Vmware, terpaksa boleh lah :p).
Menurut saya, pangkal permasalahannya bukan di OMNeT++ itu sendiri, tapi pada proses compiling (atau apalah istilah resminya, saya kurang mengerti) kode C++ dari INET. Rata-rata, orang akan menggunakan Visual C++ sebagai compilernya. Termasuk saya. Permasalahan yang saya hadapi cuma dua, namun berpotensi membingungkan : pertama, masalah path. Kedua, ada satu file header C++ (kasus saya : windows.h) yang belum dipasang di Windows.
Sayangnya, dokumentasi resmi dari OMNeT++ sendiri sangat minim. Tapi untunglah, ada link yang cukup membantu, yaitu ini.
Berikut langkah-langkah yang saya lakukan :
-
Instalasi Ghostscript
Ghostscript akan ditanyakan OMNeT++ saat proses instalasi. Saya agak lupa fungsinya untuk apa, dan saya lupa juga apakah wajib diinstall atau tidak. Tapi kalau anda mau menggunakannya, download di sini.
-
Instalasi Visual C++ 2005 Express Edition
Installer Visual C++ 2005 Express Edition format .ISO bisa didonlot di sini. Instalnya standar, tinggal klik-klik saja.
-
Instalasi Platform SDK
Platform SDK akan menyediakan beberapa file header yang diperlukan saat proses compiling framework INET (dan mungkin yang lain juga). Download dari sini. Saya melakukan kesalahan dengan melakukan instalasi via web. Hasilnya? lama banget..
Ingat, jangan mengulangi kebodohan saya.
Agar aman, Anda dapat memilih menginstall semua komponen SDK (400 an MB). Tapi, sepertinya core nya saja sudah cukup (ini dugaan saya saja).
-
Beresi konfigurasi path di Windows
Cara yang saya lakukan agak kotor, jadi lebih baik anda ikuti petunjuk di ini.
Cara mengetes apakah path nya sudah benar atau belum, buka command prompt, kemudian ketikkan perintah ‘cl.exe’ dan ‘nedtool’. Asal bukan keluar error ‘ … is not recognized as an internal or external command, operable program or batch file.‘ saja, berarti path nya (insya Allah) sudah benar.
-
Instalasi OMNeT++ edisi Windows
Download di sini. Caranya standar juga, tinggal klik-klik next. Bila ditanyai path ghostscript, isikan dengan path sesuai instalasi Anda sebelumnya. Path default ghostscript 8.60 insya Allah di C:\Program Files\gs\gs8.60\bin\gswin32.exe . Ketika ditanya versi Visual C++ yang digunakan, pilih ‘vc-81′ (karena menggunakan visual C++ 2005).
-
Instalasi framework INET
- Download dari sini.
- ekstrak. Untuk kasus saya, hasilnya saya taruh di C:\\OMNeT++\INET (ga penting ya naruh di mana :p)
- Masuk ke direktori hasil ekstrak, kemudian baca file INSTALL dan README , agar Anda mendapat gambaran hal apa yang akan dilakukan.
- Buka command prompt, kemudian pindah ke direktori hasil ekstrak source INET tersebut. Lakukan sesuai petunjuk di file INSTALL bagian Windows.
- Setelah melakoni ‘makemake.cmd’, ‘nmake -f Makefile.vc depend’, dan ‘nmake -f Makefile.vc’ (dan berhasil), jalankan simulasi demonya. Pindah ke direktori Examples/ dan jalankan script ‘rundemo.bat’. Kalau sukses, akan keluar tampilan berikut :
yes yes yes, berhasil! Kemudian masuk ke masalah baru : bagaimana cara memakai framework tersebut?
Alih-alih membuat pusing, semoga tulisan saya di atas membantu.
